Rabu, 15 Juli 2009

SEJARAH MARITIM NUSANTARA PART II

SEJARAH MARITIM DI NUSANTARA

PADA MASA KOLONIAL PART II

(ASEP RAHMAT HIDAYAT, MAHASISWA SEJARAH, UNJ)

A. BANGSA SPANYOL

Kedatangan bangsa Eropa ke Dunia Timur yang dipelopori oleh Portugis dan Spanyol.tidak terlepas dari keadaan pada waktu itu. Meluas ajaran Copernicus dan galileo yang menyatakan bahwa bumi itu bulat (Heliosentris) mendorong semangat para pelaut Spanyol dan Portugis untuk berlayar mengarungi samudera mencari daerah baru. Dengan munculnya ajaran Heliosentris terbukalah pikiran baru bahwa bumi itu bisa dikelilingi. Selain ajaran Heliosentris, yang melatarbelakangi kedatangan bangsa Spanyol ke dunia timur adalah jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki (Islam). Barang-barang dagangan yang biasa diperoleh di laut tengah menjadi sangat sulit diperoleh. Kesulitan ini menyebabkan para pedagang Eropa berusaha mencari sendiri barang dagangan ditempat asalnya. Untuk mencapai dunia timur, banyak dilakukan ekspedisi-ekspedisi yang dilakukan oleh Colombus dan Magelhaens.

1. Ekspedisi Colombus

Colombus (1451-1506) adalah pelaut asal Italia yang berlayar ke arah Barat melalui laut Atlantik barat yang bertujuan mencari Hindia. Ia yakin bahwa India dapat dicapai baik dari arah barat atau timur. Dalam misi pelayaran Colombus ini, ia mengubah anggapan lama bahwa Samudra Atlantik terdapat lubang besar yang dianggap ujung bumi.

Dalam ekspedisinya Colombus mendapatkan 3 buah kapal yaitu Santa Maria, Pinta dan Nina, yang merupakan pemberian dari kerajaan Spanyol. Colombus berangkat pada Agustus 1492 dan sampai di suatu daratan yang kini disebut San- Salvador bagian dari Kep. Bahama. Colombus menyatakan tanah itu sebagai tanah milik Spanyol dan ia mengira sudah sampai di India, maka penduduknya itu diberi nama Indian.

2. Ekspedisi Magelhaen

Dalam pelayarannya Colombus banyak meninggalkan catatan ke daerah baru yang ia temukan. Melalui catatannya, makin memperkuat bahwa di seberang lautan Atlantik terdapat daerah lain. Dugaan ini memperkuat keyakinan Magelhaen bahwa di ujung selatan Benua Amerika terdapat selat. Selat itu menghubungkan lautan Atlantik dengan lautan di seberang benua tersebut. Dari ujung benua Amerika Selatan itu, pelayaran dapat dilanjutkan ke arah barat menuju negeri penghasil rempah-rempah. Untuk bisa kembali ke Spanyol ia bisa berlayar melalui jalur pelayaran timur.

Pada tanggal 10 Agustus 1519, Magelhaen memimpin 5 buah kapal meninggalkan Spanyol. Magelhaen mengawali pelayaran dengan melewati pesisir barat benua, kemudian menelusuri ujung Amerika Selatan dan memasuki selat yang menghubungkan Samudera Atlantik dengan pasifik. Ketika rombongan palaut itu memasuki lautan baru itu, disana ada suasana yang teduh dan tida seganas lautan Atlantik. Magerhaen menamakan lautan itu “Lautan Teduh” atau Lautan Pasifik, kemudian selat yang menghubungkan lautan pasifik dengan Atlantik disebut Selat Magelhaen.

Setelah mengarungi Samudera Pasifik, Magelhaen dan rombongannya tiba di Filipina tahun 1521. Setelah di Filipina, Magelhaen menyatakan bahwa wilayah tersebut menjadi daerah kekuasaan Spanyol. Pada saat itu juga Filipina dijadikan daerah jajahan Spanyol. Di Filipina juga, Magelhaen terbunuh karena terlibat pertempuran dengan penduduk setempat. Setelah Magelhaen terbunuh, rombongannya kemudian berlayar kembali ke Spanyol. Dalam pelayaran pulang ke Spanyol, mengambil jalur timur yang kemudian tiba di Maluku. Di Maluku, Spanyol tidak bertahan lama karena sudah ada Portugis. Berdasarkan Perjanjian Thordesilas, Paus memberi wewenang kepada Portugis dan Spanyol untuk mencari daerah baru sekaligus menyebarkan agama Katholik Roma. Karena hal ini lah terjadi konflik antara Spanyol dengan Portugis, akhirnya terjadi Perjanjian Saragoza tahun 1529, dimana terjadi tukar guling. Portugis yang memiliki jajahan di Brasil (termasuk wilayah Spanyol) dan Spanyol memiliki jajahan di Filipina (termasuk wilayah Portugis), harus di tukar. Dimana Filipina menjadi milik Spanyol dan Brasil menjadi milik Portugis.

3. Kedatangan Spanyol ke Nusantara

Seperti telah dikatakan sebelumnya antara Portugis dengan Spanyol terjadi Perjanjian Thordesilas yang membagi bumi menjadi 2 bagian, dengan garis demarkasi yang dimulai dari garis meridian 370 League sebelah barat kepulauan Cape Verde. Ketika rombongan Magelhaen melakukan pelayaran pulang ke Spanyol, rombongan tersebut tiba di Maluku. Di Maluku kedatangan Spanyol ini tidak disukai oleh Portugis, Portugis menganggap bahwa Spanyol telah melanggar Perjanjian Thoerdesilas. Di wilayah Maluku sebelum kedatangan Portugis terjadi rivalitas di antara kerajaan-kerajaan di Maluku. Rivalitas tersebut menjurus ke sebuah polarisasi antara Uli Lima (pimpinan Ternate) dengan Uli Siwa (pimpinan Tidore).

Namun semenjak kedatangan dan persaingan antara Portugis dan Spanyol untuk menguasai wilayah Maluku, persaingan dan polarisasi tersebut semakin tinggi. Portugis membela Uli Lima sedangkan Spanyol membela Uli Siwa. Persaingan itu diakhiri oleh Perjanjian Saragoza tahun 1529 dimana daerah maluku menjadi daerah bagian Portugis, dan Spanyol haris kembali ke Filipina.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar